Minggu, 23 Oktober 2011

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER - CBIS

Sifat Kuliah  : Kuliah On Line

PENGANTAR

  • Tugas-Tugas yang dilakukan komputer disebut aplikasi. Aplikasi komputer dalam mengolah data
  • Porsi Komputer dalam pengolah informasi terdiri dari area aplikasi yang berbasis komputer (SIA, SIM, DSS, OA dan ES)
  • SIA merupakan sistem dalam mengolah data perusahan.
  • SIM merupakan sistem menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen
  • DSS merupakan sistem pendukung keputusan bagi manajer
  • Otomatisasi Kator yaitu sistem menggunakan komputer dan peralatan elektronik untuk meningkatkan komunikasi 
  •  Sistem Pakar yaitu menggunakan komputer untuk meniru aspek-aspek tertentu dari penalaran manusia yaitu kecerdasarn buatan
Gambaran Ruang Lingkup CBIS

  • Mendapatkan, mengumpulkan, mengolah, mendistribusikan dan menyimpan informasi
  • Memeneg dan menggunakan informasi sebagai pengambilan keputusan
  • Memecahkan masalah terstruktur/program bagi kalangan manager
  • Pembuatan dan pengolahan laporan, pembedayaan komunikasi aktivitas organisasi
  •  Kecanggihan sistem, sehingga meniru kecedasan manusia

MODEL CBIS

Sistem Informasi  Manajemen -->  Informas--> Keputusan  untuk  :
 -    Perencanaa
    -       Pemecahan Masalah
    -       Kebijakan

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SIA melaksanakan aplikasi pengolahan data dengan tugas mengumpulkan, memproses, penyimpanan data dan penyiapkan dokumen.
SIA bertanggung jawab menyediakan informasi bagi tiap elemen lingkungan, kecuali pesaing.
Contoh SIA : istem Persediaan, Sistem Kepegawaian,  Sistem Keuangan, dll

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

  • Suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan serupa
  • SIM mencerminkan suatu sikap para eksekutif yang menginginkan agar komputer menyediakan Output untuk pemecah masalah perusahaan
  • Tujuan SIM untuk memenuhi kebutuhan informasi  semua manajer dalam suatu perusahaan sebagai bahan keputusan.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (DSS)

  • DSS adalah salah satu CBIS yang menyediakan informasi pemecah masalah terstruktur  dan masalah spesifik. 
  • Informasi dihasilkan dalam bentuk laporan periodik dan khusus
SISTEM OTOMATISASI KANTOR (OA)

  • Sejak Permulahan pengolahan Kata (Word Processing), teknologi2 lain telah diterapkan untuk pekerjaan kantor semuanya dikenal sebagai Otomatisasi Kantor
  • OA mencakup semua sistem elektronik yang berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang2 didalam dan didalam perusahaan. (telekonfren, Surat Elektronik, Pengolah kata)
SISTEM PAKAR (Expert System)

  • Sistem Pakar Salah satu CBIS suatu sistem kecerdasan buatan memiliki potensi untuk kemampuan pemecahan masalah manajer melebihi kemampuan normalnya.
  • Sistem ini merupakan Artifical Intellegience (Kecerdasan Buatan) yaitu kegiatan menyediakan mesin seperti komputer dng kemampuan untuk menampilkan prilaku yang dianggap cerdas jika diamati pada manusia
  • AI menggambarkan aplikasi komputer tercanggi saat ini.
ORGANISASI JASA INFORMASI (SPESIALIS INFORMASI)

“Yaitu Pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem informasi berbasis komputer”

Ada Lima Golongan Spesialis Informasi
  • Analis Sistem
Bagian yang bertanggung jawab mengembangkan dan 
  memperbaiki sistem

  • Pengolah Database
 Bagian yang membangung / menciptakan database perusahaan

  • Spesialis Jaringan
Bagian yang ahli dalam membangun jaringan dan telekomunikasi 

  • Progammer
Orang membuat kode instruksi-instruksi dalam 
    program

  • Operator
bagian yang memaikai komputer atau sebagai data entry

Hubungan Kerja

  • Analis Sistem
Bekerjasama dng pemakai mengembangkan sistem baru dan memperbaiki sistem yang sekarang ada

  • Pengolah Data Base
Bekerjasama dengan pemakai dan analis sistem menciptakan database yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi bagi pemakai

  • Spesialis Jaringan
Bekerjasama dng analis sistem dan pemakai membentuk jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumberdaya komputer yang tersebar.

  • Programmer
Menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk membuat kode instruksi-instruksi yang menyebabkan komputer mengubah data menjadi informasi yang diperlukan oleh pemakai 

  • Operator
 Mengoperasikan peralatan komputer dan software

 Instruksi Kerja
 1.  Bacalah penjelasan teori diatas
 2.  Buat kesimpulan materi diatas dan kembangkan sesui konsep 
      teori  tentang CBIS  (Computer  Base Information system)
 3.  Hasil kesimpulan upload di blog masing-masing paling lambat hari 
      untuk :
      -  kelas H06 senin tgl  24   jam 12.00   
      -  kelas H05 hari selasa jam 20.00

Tugas-tugas
1.   Apa yang anda ketahui tentang CBIS ?
2.   Apa peran spesialis informasi terhadap pengembangan CBIS


 

Minggu, 16 Oktober 2011

MATERI KEAMANA INFORMASI

TUJUAN KEAMANAN INFORMASI

1.   Kerahasiaan
Cara perusahaan untuk melindungi data dan informasi dari pengguna / orang2 yang tidak memiliki otoritas
2.    Ketersediaan
 Agar supa data dan informasi tersedia bagi pihak2 yang memiliki otoritas untuk menggunakannya.
3.    Integritas
 Seluruh sistem informasi harus memberikan atau menyediakan gambaran yang akurat mengenai sistem secara keseluruhan

 Manajemen Kemanan Informasi
  • ·         Mengidentifikasi  Ancaman
  • ·         Mengenali Resiko
  • ·         Menetapkan kebijakan keamanan infromasi
  • ·         Menerapakan pengawasan
Strategi Manajemen Kemanan Informasi
ž            Menginstal dan Memelihara Firewall
ž           Menjaga agar sistem keamanan selalu up to date
ž           Menggunakan dan memperbaharui perangkat lunak antivirus
ž           Membatasi hak akses data hanya yang berkepentingan
ž           Menggunakan ID atau pengenal khusus untuk pengguna
ž          Tidak salah dalam menggunakan password

TUGAS KE IV

ž         Apa tujuan dari informasi perlu diamankan ? Jelaskan dan berikan contoh jawaban anda
ž        Apa yang dilakukan oleh manager apabila informasi akurat, tidak aman dan relevan ?
ž       Bagaimana tahapan2 dalam mengamankan informasi ? Jelaskan 

Senin, 10 Oktober 2011

Materi dan Tugas II dan III

KONSEP DASAR SISTEM
SISTEM
“Sekumpulan elemen yang saling bekerjasama dalam melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan”
KARAKTERISTIK SISTEM
1.         Mempunyai Komponen
 “Segala sesuatu yang menjadi bagian penyusun sistem”
2.         Mempunyai Batasan
         Untuk membatasi atau membedakan satu sistem dengan sistem lainnya. Batasan ini akan memberikan tujuan dari sistem itu sendiri
3.         Mempunyai Lingkungan
Segala sesuatu yang berada diluar sistem
4.         Mempunyai penghubung / antar muka (interface)
         Segala sesautu yang menjembatani hubungan antar komponen dalam sistem. Contoh sarana, tempat.
5.         Mempunyai Masukan (input)
Segal           segala sesuatu yang menjadi masukan bagi sistem contoh data-data mentah  
           6.         Mempunyai Pengolahan (Processing)
 Segala sesautu yang mengolah data-data     masukan (Perhitungan, Pengelompokan, Membandingkan, dll)
7.     Mempunyai Keluaran (Output)
Segala sesuatu hasil dari proses yang     berupa informasi
8.     Mempunyai Sasaran dan Tujuan
9.     Mempunyai Kendali (Control Pelaksanaan )
10.   Mempunyai umpan balik (feed back terhadap penyempurnaan sistem)

SIKLUS HIDUP SISTEM
1. Mengenali adanya kebutuhan
  •   Tujuan dan sasaran
  •    Planing (SDM, Anggaran, Target, SDA)
2. Mengembangkan / Desain
  •     Desain Modul Input
  •     Desain Model Proses
  •     Desain Output
  •     Perangkat Lunak dan Keras
  •     Model Jaringan
3.  Pemasangan Sistem
  •     Instalasi dimasing-masing departeman
  •     Training Penggunaan
4. Pengoperasian
  •      Penggunaan Sistem
  •      Perawatan Sistem
5. Sistem Menjadi Usang / Diganti
  •      Perkembangan Teknologi
  •      Terjadi banyak masalah
  •      Perkembangan Perusahaan 

INFORMASI

Data
      “Sebagai bahan atau data-data mentah dari aliran kegiatan transaksi”

Informasi
      “Hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagi dasar pengambilan keputusan”

Theory Data

DATA
  • Sekumpulan fakta, bilangan, angka dan simbol yang dibentuk dan diolah menjadi informasi (Scott)
  • Gambaran / Fakta secara relatif belum berarti bagi si penerima (Davis)
  • Penggambaran fakta, pengertian atau instruksi yang disampaikan, dimengerti dan diolah oleh manusia atau peralatan yang digunakan.

INFORMASI

Definisi: R.Mcleod
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi  sipenerima dan  bermanfaat bagi  pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
Penggunan Informasi
  • Low Level Managers
  • Middle Level Managers
  • Top Level Managers

Menurut Gordon B, Davis :
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi  sipenerima dan  bermanfaat bagi  pengambilan keputusan saat ini atau mendatang

Fungsi-fungsi Informasi
 Adapun fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut:
  • Untuk meningkatkan pengetahuan bagi sipemakai
  •  Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai
  •  Mengambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.

KONSEP DASAR INFORMASI
 1. Jenis-jenis informasi
  • Formal   : yang dihasilkan dari dalam organisasi
  • Informal : yang berasal dari luar organisasi
 2. Ciri-ciri Informasi
  • Terbaru
  • Tepat Waktu
  • Relevan
  • Penyajian dalam bentuk yang sederhana
Penggunaan Informasi
  • Low Level Managers
  • Middle Level Managers
  • Top Level Managers
Kualitas Informasi (I)
1. Dimensi waktu
  • Tepat waktu (timeliness)
  •  Up to Date (currency)
  •  Periode (period)
2. Dimensi Isi
  • Akurasi (accuracy)
  •  Relevansi (relevance)
  •  Lengkap (completeness)
  •  Ringkas (conciseness)

PENGELOLA SISTEM INFORMASI

 Tingkatan dalam pengambilan keputusan manajemen: 
              1.    Manajemen strategis : mencakup ‘board of directors’, komite eksekutif CEO, serta top  
            executives yang terlibat dalam pengembangan garis besar sasaran organisasi, strategi, 
            kebijakan, dan tujuan-tujuan sebagai bagian dari proses perencanaan strategis.
2. Manajemen taktis: para manajer unit bisnis yang mengembangkan perencana-an jangka pendek dan jangka menengah, jadwal-jadwal, dan anggaran; penentuan kebijakan, prosedur, dan tujuan-tujuan bisnis bagi sub unitnya masing-masing.
3. Manajemen operasi: terdiri dari para kepala bagian di tingkat operasi yang menyusun perencanaan jangka pendek seperti jadwal produksi mingguan; mengatur penggunaan sumberdaya dan tingkat performansi pekerjaan sesuai prosedur, biaya, dan jadwal yang telah ditetapkan. 

Kebutuhan Informasi menurut Tingkatan Manajemen
  • Manajemen operasional
  •  Manajemen taktis
  •   Manajemen Strategis

Struktur Keputusan
1. Keputusan terstruktur: mencakup situasi dimana prosedur pengambilan keputusan yang harus diikuti dapat ditentukan sebelumnya.  Misal: inventory re-order, kenaikan gaji dll. (dilakukan secara berkala)
2. Keputusan tidak terstruktur: mencakup situasi keputusan dimana prosedur yang harus diikuti tidak bisa ditentukan sebelumnya.  Misal: reorganisasi dalam perusahaan (terjadi secara tiba2 dan tidak berkala) 

Sistem Informasi Manajemen

1.   Pengertian
Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau Management Information System (MIS) adalah suatu sistem informasi pendukung manajemen yang menyediakan berbagai laporan, display, dan respon secara periodik, eksepsi, atau berdasarkan permintaan.
     2.    Bentuk Laporan Manajemen
  • Laporan periodik terjadwal
  • Laporan atas permintaan
  •  Laporan Ringkas
MENGELOLA INFORMASI 

Manajer mengelola sumber daya fisik juga sumber daya konseptual
1.     Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna
2. Manajer juga memastikan orang yang layak dalam organisasi untuk menerima informasi tersebut dalam bentuk yang tepat sehingga dapat dimanfaatkan.
3. Manajer akhirnya juga membuang informasi yang tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan informasi yang mutakhir dan akurat

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
  •  Agar  organisasi dapat beroperasi secara efisien
  • Agar  Organisasi dapat  beroperasi secara efektif
  • Agar  organisasi dapat memberikan pelayanan yang lebih        baik
  • Agar  Organisasi  dapat meningkatkan kreasi / improvisasi        terhadap produk       yang dihasilkan
  • Agar  organisasi dapat  meningkatkan  usahanya

BIAYA INFORMASI
  • Biaya Perangkat Keras
  • Biaya Analisis, Perencangan dan Pelaksanaan Sistem
  • Biaya Tempat dan Lingkungan
  • Biaya perubahan dan perawatan
  • Biaya Operasi

TUGAS 2
1.                1. Kenapa informasi harus dikelolah dengan baik dan benar oleh para tingkatan manager.
  1. Informasi yang dibutuhkan oleh para manager harus mempunyai nilai yaitu : Up todate, Detail dan Accurate. Coba jelaksan maksud point-point tersebut dan berikan contoh jawaban anda
  2. Coba anda jelaskan informasi-informasi apa saja yang dibutuhkan oleh para tingkatan managerial dalam melaksanakan fungsinya dalam hal yaitu : Planning, Organizing dan Controling

TUGAS 3
1                  1. Dua bentuk keputusan  yaitu tidak terstruktur dan terstruktur. Kenapa tingkatan atas lebih   
ba            banyak berhubungan dengan keputusan tidak terstruktur, sedangkan manajer bawah lebih 
                banyak berhubungan dengan keputusan terstruktur?
2    Apa yang dimaksud dengan Sistem Pendukung Keputusan, Jelaskan jawaban anda dengan contoh pada kasus yang anda ketahui

Kamis, 29 September 2011

Sistem Informasi Manajemen

KONSEP  DASAR
SISTEM  INFORMASI                                 MANAJEMEN 

Tujuan  Pembelajaran
Setelah  menyelesaikan bab ini,  pembaca  diharapkan  dapat :
1.               Memahami konsep dasar sistem informasi manajemen
2.               Mengenal unsur penting sistem informasi manajemen
3.               Memahami peranan sistem  informasi  dalam  konteks fungsi  organisasi  dan  aktifitas   manajemen
4.               Memahami  klasifikasi  dalam   sistem   informasi manajemen
5.               Memahami  jenis-jenis  dan  komponen  sistem   informasi


 



    






Informasi  merupakan  salah  satu jenis sumber daya yang penting bagi manajer.  Seorang  manajer  harus  mampu  melihat unitnya sebagai suatu sistem  yang  terdiri dari beberapa subsistem dan berada dalam supersistem yang lebih besar.        Perusahaan  adalah  suatu sistem yang bersifat fisik, namun  dikelola dengan  menggunakan suatu sistem konseptual. Sistem konseptual itu disebut       Sistem Informasi Manajemen (SIM) terdiri dari suatu     pengolah   informasi    yang mengubah data  menjadi  informasi dan menggambarkan sumber daya fisik. 
            Konsep SIM   berkembang seiring dengan perkembangan penggunaan teknologi komputer. Sistem informasi yang   lebih berfokus pada sistem informasi berbasis komputer diharapkan agar dapat  diperoleh     informasi yang   lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu, sehingga pengambilan keputusan dapat lebih efektif dan efisien.
Perkembangan teknologi komputer telah memberikan kesadaran baru bahwa aplikasi komputer   harus diterapkan   untuk  menghasilkan     informasi yang dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan manajemen. Dalam hal ini, pemahaman tentang istilah Sistem  Informasi Manajemen (SIM) akan   diperoleh dengan   lebih  memadai  apabila mampu memahami  tentang  : sistem, informasi dan manajemen.
1.      Sistem 
Secara umum sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hal /kegiatan/ elemen/ subsistem yang saling bekerja sama (yang dihubungkan) dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk  suatu kesatuan untuk melaksanakan fungsi guna mencapai tujuan.  Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur.
Suatu sistem mempunyai karakteristik tertentu yaitu mempunyai :  1) Komponen (components),  2)Batas (boundary),   3) Lingkungan (environment),  4) antar komponen (interface), 5) Masukan (input),  6) Pengolahan (processing),  7) Keluaran (output), 8) Sasaran (objectives) dan  tujuan (goal), 9) Kendali (control),   10) Umpan balik (feed back)
Model umum suatu sistem terdiri atas masukan (input) melibatkan penangkapan dan perakitan berbagai elemen yang memasuki sistem untuk diproses, pengolahan (pemrosesan) melibatkan proses transformasi yang mengubah input menjadi output dan keluaran (output) yang melibatkan. Umpan balik  menyangkut mengenai kinerja sistem , pengendalian melibatkan pengawasan dan pengevaluasian umpan balik untuk menetapkan apakah sistem bergerak menuju pencapaian tujuan atau tidak .  Perpindahan elemen yang telah diproduksi oleh proses transformasi ke tujuan akhirnya., seperti ditunjukkan dalam gambar   berikut :

Rounded Rectangle: Umpan  BalikRounded Rectangle: outputRounded Rectangle: prosesRounded Rectangle: Input           



Gambar 1.1. Model Umum Sistem

Dari berbagai sudut pandang, sistem dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem phisik (phisical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara phisik. Sistem phisik merupakan sistem yang ada secara phisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem  produksi dan lain sebagainya.
  2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. Sistem informasi akuntansi merupakan contoh man-machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
  3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
  4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifat terbuka dan terpengaruh oleh lingkunngan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatip tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis, terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.
2.  Informasi
      Informasi dapat didefenisikan  sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber dari informasi adalah data,  data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data-item.  Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.  Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
Jadi pada  intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi. Data dapat berupa angka, catatan, keterangan dan lain-lain yang diperoleh dari berbagai aktivitas kegiatan statistik ataupun sensus; dikenal sebagai ‘raw material of  information’.   Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat berceritera banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.  
Jadi  Informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting dan memiliki kegunaan sebagai dasar pengambilan keputusan. Untuk memperoleh informasi diperlukan adanya data yang akan diolah dan unit pengolah. Transformasi data menjadi informasi dapat digambarkan dalam gambar berikut.








           

Gambar 1.2.  Transformasi data menjadi informasi

Data yang telah diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini  disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau ada yang menyebutnya dengan istilah siklus pengolahan data (data processing cycles).





















Rounded Rectangle: Proses (Model)


Rounded Rectangle: Input
(Data)








Rounded Rectangle: Output
(Information)




Rounded Rectangle: Basis Data


Rounded Rectangle: Data
(Ditangkap)



Rounded Rectangle: Penerima





Rounded Rectangle: Hasil
Tindakan
Rounded Rectangle:  Keputusan
Tindakan












Gambar 1.3. Siklus Informasi
   
2.1.Nilai  Informasi
Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan. Hal ini berati bahwa bila tidak ada pilihan atau keputusan, informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang. Sedangkan parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi tersebut, ditentukan dari dua hal pokok yaitu Manfaat (benefit) dan Biaya (cost).   
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Dapat pula dikatakan bahwa pengukuran nilai sebuah informasi akan lebih tepat jika menggunakan analisis cost effectiveness atau cost benefit
2.2.Kualitas Informasi
Sedangkan kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh  5  hal pokok, yaitu   relevancy, accuracy, completeness, correctness,  timelinness
a.      Relevansi (relevancy)
Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Pengukuran
nilai relevansi, akan terlihat dari jawaban atas pertanyaan “how is the message
used  for  problem solving (decision masking)?” Informasi akan relevan jika
memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap
orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai hasil
penjualan barang mingguan kurang relevan jika ditujukan pada manajer
teknik, tetapi akan sangat relevan bila
disampaikan pada manajer pemasaran.
b.   Akurasi (accuracy)
Sebuah informasi dapat dikatakan akurat jika informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah :
c.    Kelengkapan (completeness) informasi.
“Are necessary message items present ?” Informasi yang komplet, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
d.   Kebenaran (correctness) informasi.
“Are message items correct ?” Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut. Sebgai contoh, jika sebuah informasi menunjukkan total nilai gaji yang harus dibayarkan pada seorang pegawai, maka informasi tersebut haruslah sudah benar dan memuat perhitungan-perhitungan matematis yang ada di dalam prosesnya seperti perhitungan tunjangan, perhitungan potongan dan sebagainya.
e.    Keamanan (security) informasi.
Keamanan sebuah informasi, tergambar dari jawaban atas pertanyaan “Did the message reach all or only the intended systems users ? “
f.    Tepat waktu (timeliness) “How quickly is input transformed to correct
output?” Bahwa informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dapat menimbulkan kesalahan dalam tindakan yang akan diambil. Kebutuhan akan tepat waktunya sebuah informasi iulah yang pada akhirnya akan menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi. Hal itu dapat dipahami karena kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru.

Tugas I
"Coba uraikan karakteristik sebuah sistem (sistem Penerimaan Karyawan). 
uraikan secara lengkap dan berikan contoh kasus" . Kirim tugas anda ke alamat 
blog anda



1.

Jumat, 01 Juli 2011

Materi Motivasi


Pengertian
“Keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiata-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.”

Model-Model Motivasi

1.         Model tradisional  (Aliran Manajemen Ilmiah F. Taylor )
 Agar hasil pekerjaan lebih banyak berproduksi dan lebih banyak menerima penghasilan, para pekerja perlu diberikan insentif / penghargaan (uang) untuk memotivasinya.
2.         Model Hubungan Manusiawi (Elton Mayo)
 “Bahwa manajer dapat memotivasi bawahan melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial mereka dan membuat mereka merasa berguna dan penting”, contoh: karyawan diberi kebebasan untuk membuat keputusan sendiri dalam hal pekerjaannya.
3.         Model Sumber Daya Manusia (McGregor dan Maslow)
 “Bahwa para karyawan dimotivasi oleh banyak faktor tidak hanya uang atau keinginan untuk mencapai kepuasan, tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti”, contoh diberi tanggung jawab yang lebih besar untuk pembuatan keputusan dan pelaksanaan tugas.

Teori-Teori Motivasi

1.         Teori-teori Petunjuk
 “Bagaimana memotivasi para karyawan” teori ini didasarkan atas coba-coba atau pengalaman
2.         Teori – teori isi (teori kebutuhan)
 Adalah berkenaan dengan pertanyaan “apa penyebab-penyebab  perilaku atau memusatkan pada pertanyaan  “apa” dari motivasi.
 Apa penyebab-penyebab perilaku terjadi dan berhenti
–      Kebutuhan-kebutuhan  atau dorongan-dorongan, memacu dan menguatkan karyawan untuk melakukan kegiatan
-       Hubungan karyawan dengan faktor ekternal (insentif) yang mempengaruhi karyawan untuk melaksanakan kegiatan



Hirarki kebutuhan Maslow

Teori Motivasi Pemeliharaan (Herzberg)

1.              Motivator mempunyai pengaruh meningkatkan prestasi atau kepuasan kerja
2.              Faktor-faktor pemeliharaan mencegah merosot nya semangat kerja atau efisiensi, tetapi faktor ini akan menimbulkan ketidakpuasan kerja atau menurunkan produktifitas.

Teori Prestasi dan Mc Clelland

Bahwa orang yang berprestasi mempunyai karakteristik
tertentu yang dapat dikembangkan yaitu :
1.              Menyukai pengambilan resiko yang layak sebagai fungsi keterampilan bagi hasil yang dicapai
2.              Mempunyai kecenderungan untuk menetapkan tujuan-tujuan prestasi yang layak dan menghadapi resiko yang sudah diperhitungkan
3.              Mempunyai kebutuhan yang kuat akan umpan balik tentang apa yang telah dikerjakan
4.              Mempunyai keterampilan dalam perencanaan jangka panjang dan memiliki kemampuan-kemampuan organisasional