Minggu, 17 Februari 2013

Wewenang dan Pendelegasian

Program DII Akademi Komunitas
Mata Kuliah : Kepeimpinan dan Teknik Supervisi


WEWENANG

Ø  Pengertian
“hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu”

Ada dua pandangan yang saling berlawanan mengenai sumber wewenang yaitu :
1.    Teori Formal (Pandangan Klasik)
Bahwa wewenang adalah dianugerahkan atau diwarisi. Pandangan ini menganggap bahwa wewenang berasal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi dan kemudian secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat. (mempengaruhi)
2.    Teori Penerimaan
Bahwa wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan. (dipengaruhi)

Chaster Barnard menyatakan bahwa seseorang akan bersedia menerima komunikasi yang bersifat kewenangan dengan empat kondisi :
1.     Dia dapat memahami komunikasi tersebut
2.     Pada saat keputusannya dibuat dia percaya bahwa hal itu tidak menyimpang dari tujuan organisasi
3.     Dia yakin bahwa hal itu tidak bertentangan dengan kepentingan pribadinya sebagai suatu keseluruhan
4.     Dia mampu secara mental dan phisik untuk mengikutinya

 

KEKUASAAN


Ø Pengertian
“Kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan atau kejadian.”

Menurut Amitai Etzioni
Bahwa seorang pemimpin dapat mempengaruhi perilaku adalah hasil dari kekuasaan posisi (kedudukan atau jabatan) atau kekuasaan pribadi atau kombinasi keduanya.
1.     Kekuasaan Posisi didapatkan dari wewenang formal suatu organisasi, kekuasaan posisi akan semakin besar bila atasan telah mempercayai individu.
2.     Kekuasaan Pribadi didapatkan dari para pengikut dan didasarkan atas seberapa besar para pengikut mengagumi, respek dan merasa tertarik pada seseorang pemimpin.

Kekuasaan dapat diklasifikasikan atas dasar sumbernya seperti ;
1.    Kekuasaan balas jasa
Berasal dari sejumlah balas jasa positif yang diberikan kepada pihak penerima untuk melaksanakan perintah.
2.    Kekuasaan paksaan
Berasal dari perkiraan yang dirasakan orang bahwa hukuman akan diterimanya bila mereka tidak melaksanakan perintah.
3.    Kekuasaan sah
Berkembang dari nilai-nilai intern yang mengemukakan bahwa seseorang pimpinan mempunyai hak sah untuk mempengaruhi bawahan.
4.    Kekuasaan pengendalian informasi
Berasal dari pengetahuan dimana orang lain tidak mempunyainya


5.    Kekuasaan panutan
Didasarkan atas identifikasi orang-orang dengan seorang pimpinan dan menjadikan pemimpin itu sebagai panutan atau symbol
6.    Kekuasaan ahli
Merupakan hasil dari keahlian atau ilmu pengetahuan seorang pemimpin dalam bidangnya dimana pimpinan tersebut ingin mempengaruhi orang lain

PENGARUH

Ø Pengertian
“suatu transaksi social dimana seseorang atau kelompok dibujuk oleh seseorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi”

Pengaruh dapat timbul karena status jabatan, kekuasaan mengawasi dan menghukum, pemilikan informasi lebih lengkap ataupun penguasaan saluran komunikasi yang lebih baik.


DELEGASI WEWENANG


Ø Pengertian
“Sebagai pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu”

Ada empat kegiatan ketika delegasi dilakukan :
1.    Pendelegasian menetapkan dan memberikan tujuan dan tugas kepada bawahan
2.    Pendelegasian melimpahkan wewenang yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau tugas.
3.    Penerimaan delegasi, baik implisit dan eksplisit menimbulkan kewajiban atau tanggung jawab
4.    Pendelegasian menerima pertanggungjawaban bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai.

Ø Alasan-alasan Pendelegasian

1.      Pendelegasian memungkinkan manajer mencapai lebih dari bila menangani tugas sendiri
2.      Pendelegasian merupakan proses yang diperlukan agar organisasi dapat berfungsi lebih efisien
3.      Pendelegasian memungkinkan manajer memusatkan tenaganya pada tugas-tugas prioritas
4.      Pendelegasian memungkinkan bawahan untuk tumbuh dan berkembang.

Ø Pedoman klasik untuk Delegasi secara Efektif

1.       Prinsip Skalar
Dalam pendelegasian ada garis wewenang yang jelas mengalir setingkat demi setingkat dari tingkatan organisasi paling atas ke tingkatan paling bawah.
2.       Prinsip Kesatuan Perintah
Bahwa setiap bawahan dalam organisasi seharusnya melapor hanya kepada seorang atasan
3.       Tanggung Jawab, wewenang dan akuntabilitas
Tanggung jawab untuk tugas-tugas tertentu diberikan ke tingkat organisasi yang paling bawah dan untuk melaksanakan tugas yang dilimpahkan kepadanya dengan efektif dia harus diberi wewenang secukupnya. Pendelegasian tanggung jawab dan wewenang juga individu-individu yang diberikan harus setuju untuk menerima tuntutan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.


Ø  Mengapa Manajer Gagal Mendelegasikan

1.      Manajer merasa lebih bila mereka tetap mempertahan kan hak pembuatan keputusan
2.      Manajer tidak bersedia menghadapi resiko, apabila bawahan gagal dalam melaksanakan wewenangnya
3.      Manajer tidak atau kurang mempunyai kepercayaan akan kemampuan bawahannya
4.      Manajer merasa bahwa bawahan lebih senang tidak mempunyai hak keputusan yang luas
5.      Manajer takut bahwa bawahan akan melaksanakan tugasnya dengan efektif sehingga posisinya sendiri terancam
6.      Manajer tidak mempunyai kemampuan manajerial untuk mendelegasikan tugasnya

Ø Penanggulangan Hambatan - hambatan Delegasi

Louis Allen mengemukakan beberapa teknik untuk membantu manajer melakukan delegasi dengan efektif  :
1.      Tetapkan tujuan
Bawahan harus diberi tahu maksud dan tujuan pentingnya tugas-tugas yang didelegasikan
2.      Tegaskan tanggung jawab dan wewenang
Bawahan harus diberi informasi dengan jelas tentang apa yang harus dipertanggungjawabkan atas wewenang yang ada
3.      Berikan motivasi kepada bawahan
Bawahan harus diberikan dorongan dan perhatian 
4.      Meminta penyelesaian kerja
Dengan memberikan pedoman dalam melaksanakan dan penyelesaian suatu tugas
5.      Berikan pelatihan
6.      Adakan pengawasan yang memadai


SENTRALISASI DAN DESENTALISASI


Sentralisasi
“Pemusatan kekuasaan dan wewenag pada tingkatan atas suatu organisasi”

Desentralisasi
“Penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ke tingkatan-tingkatan organisasi yang lebih rendah”

Keuntungan desentralisasi adalah sama dengan delegasi yaitu mengurangi beban manajer puncak, memperbaiki pembuatan keputusan karena dilakukan dekat dengan permasalahan, meningkatkan latihan dan membuat lebih fleksibel dan lebih cepat dalam pembuatan keputusan.

Tugas 
1. Apa yang anda ketahui tentang wewenang dalam kepeimpinan ?
2. Sejauh mana wewenang dapat dilaksanakan oleh para supervisor
    jelaskan dengan kasus yang anda alami di tempat anda bekerja
3. Apa yang anda ketahui tentang pendelegsian ? apa perlu pende
    legasian dilakukan oleh supervisor ? jelaskan dengan kasus
4. Bentuk pekerjaan seperti apa yang perlu didelegasikan ? 
    Apakah anda pernah mendapatkan pendelegasikan tugas dalam
    mengatasi masalah, Apabila penah jelaskan secara lengkap 

Rabu, 06 Februari 2013

Motivasi

Kuliah on line
D1 PVB



Pengertian
“Keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiata-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.”

Model-Model Motivasi

1.         Model tradisional  (Aliran Manajemen Ilmiah F. Taylor )
 Agar hasil pekerjaan lebih banyak berproduksi dan lebih banyak menerima penghasilan, para pekerja perlu diberikan insentif / penghargaan (uang) untuk memotivasinya.
2.         Model Hubungan Manusiawi (Elton Mayo)
 “Bahwa manajer dapat memotivasi bawahan melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial mereka dan membuat mereka merasa berguna dan penting”, contoh: karyawan diberi kebebasan untuk membuat keputusan sendiri dalam hal pekerjaannya.
3.         Model Sumber Daya Manusia (McGregor dan Maslow)
 “Bahwa para karyawan dimotivasi oleh banyak faktor tidak hanya uang atau keinginan untuk mencapai kepuasan, tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti”, contoh diberi tanggung jawab yang lebih besar untuk pembuatan keputusan dan pelaksanaan tugas.

Teori-Teori Motivasi

1.         Teori-teori Petunjuk
 “Bagaimana memotivasi para karyawan” teori ini didasarkan atas coba-coba atau pengalaman
2.         Teori – teori isi (teori kebutuhan)
 Adalah berkenaan dengan pertanyaan “apa penyebab-penyebab  perilaku atau memusatkan pada pertanyaan  “apa” dari motivasi.
 Apa penyebab-penyebab perilaku terjadi dan berhenti
–      Kebutuhan-kebutuhan  atau dorongan-dorongan, memacu dan menguatkan karyawan untuk melakukan kegiatan
-       Hubungan karyawan dengan faktor ekternal (insentif) yang mempengaruhi karyawan untuk melaksanakan kegiatan




Hirarki kebutuhan Maslow

Teori Motivasi Pemeliharaan (Herzberg)

1.              Motivator mempunyai pengaruh meningkatkan prestasi atau kepuasan kerja
2.              Faktor-faktor pemeliharaan mencegah merosot nya semangat kerja atau efisiensi, tetapi faktor ini akan menimbulkan ketidakpuasan kerja atau menurunkan produktifitas.

Teori Prestasi dan Mc Clelland

Bahwa orang yang berprestasi mempunyai karakteristik
tertentu yang dapat dikembangkan yaitu :
1.              Menyukai pengambilan resiko yang layak sebagai fungsi keterampilan bagi hasil yang dicapai
2.              Mempunyai kecenderungan untuk menetapkan tujuan-tujuan prestasi yang layak dan menghadapi resiko yang sudah diperhitungkan
3.              Mempunyai kebutuhan yang kuat akan umpan balik tentang apa yang telah dikerjakan
4.              Mempunyai keterampilan dalam perencanaan jangka panjang dan memiliki kemampuan-kemampuan organisasional

Tugas 
1. Buat kesimpulan materi diatas
2. Kenapa motivasi dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam bidang pelayanan ?
3. Apa hubungan motivasi dengan pelayanan ? jelaskan
4. Apa yang maksud dengan hirarki maslow dalam motivasi ? jelaksan dan berikan contoh
5. Apa yang anda ketahui tentang teori prestasi dan MC Clelland ?

Tugas di Upload di blog and paling lambat jam 14.00